Halaman

Jumat, 18 April 2014

makalah psikology

PEMBAHASAN
A.Tipologi Berdasarkan Konstitusi

  Tipologi Kepribadian yang tahan uji dan lama sekali mempengaruhi para ahli dalam bidang tipologi adalah tipologi yang dimulai oleh Hippocrates yang kemudian disempurnakan oleh Galenus. Tipologi kepribadian merupakan cara awal menentukan kepribadian dengan mengklasifikasikannya menurut tipologi-tipologi kepribadian awal. Walaupun sekarang pengklasifikasian ini tidak dapat dibuktikan secara ilmih, tetapi sangat besar pengaruhnya dalam menuntun perkembangan psikologi dikemudian hari. Bahkan banyak istilah-istilah pada masa itu masih dipakai hingga sekarang.

1.Tipologi Hippocrates – Gelenus
·                     Terpengaruhi oleh Kosmologi Empedokles, yang menganggap bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun atas empat unsur pokok, yaitu tanah, air, udara, dan api, yang masing-masing mendukung sifat tertentu, yaitu tanah mendukung sifat kering, air mendukung sifat basah, udara mendukung sifat dingin dan api mendukung sifat panas.

·                     Hippocrates (460 – 370M) berpendapat, bahwa di dalam tubuh manusia terdapat sifat-sifat tersebut yang didukung oleh cairan-cairan yang ada di dalam tubuh.

airan-cairan yang ada di dalam tubuh, yaitu:
·         Sifat kering didukung oleh Chole mewakili unsur tanah (Chloric). Cirinya: hidup, semangat besar, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis. 
·         Sifat basah didukung oleh Melanchole mewakili unsur air (Melancholis). Cirinya: Mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis. 
·         Sifat dingin didukung oleh Phlegma mewakili unsur udara (Phlegmatis). Cirinya: Tak suka terburu-buru, tenang, kalam, tak mudah dipengaruhi, setia. 
Sifat panas didukung oleh Sanguis mewakili unsur api (Sanguinis). Cirinya: Hidup, mudah berganti haluan, ramah

Hippocrates Galenus berpendapat, bahwa di dalam tubuh manusia terdapat empat macam cairan pokok, yaitu chole, melanchole, phlegma, dan sanguis. Sifat kejiwaan tertentu yang khas ini, yang adanya tergantung kepada dominasi cairan dalam tubuh itu oleh Gelenus disebut temperamental.
Ajaran Hippocrate yang kemudian disempurnakan oleh Galenus itu tahan uji sampai berabad-abad; pendapatnya lama sekali diikuti oleh para ahli, hanya dengan variasi yang berbeda-beda. Bahkan sampai dewasa ini pun pengaruh itu masih terasa.

Lama-kelamaan latar belakang kefilsafatannya, yaitu adanya kesatuan dalam seluruh kosmos, ditinggalkan, dan sebagai akibatnya terdapat adanya dua garis perkembangannya: yaitu:
  1. Yang menekankan pentingnya kejasmaniaan, yaitu teori-teori konstitusional
  2. Yang menekankan pentingnya segi kejiwaan, yaitu teori-teori temperamen




2.Tipologi  Italia

Berdasarkan atas data-data yang di peroleh oleh DeGiovani, serta hukum deformasi yang dirumuskan oleh DeGiovani,Viola dalam penyelidikan-penyelidikannya menemukan, bahwa ada tiga macam tipe manusia berdasarkan atas keadaan tubuhnya, yaitu:
1.      Microsplanchnis: ukuran-ukuran menegak relatif dominant, sehingga orangnya kelihatan tinggi jangkung. 
2.      Macrosplanchnis: ukuran-ukuran mendatarnya relatif dominant, sehingga orangnya kelihatan pendek gemuk. 
Normosplanchnis: ukuran-ukuran menegak dan mendatar seimbang, sehingga orang kelihatan seimbang. Bermacam-macam bentuk tubuh yang demikian itu beralas pada keturunan
3.Tipologi  Perancis

Paham  Perancis yang dipimpin oleh Sigaud berpendapat, bahwa keadaan serta bentuk tubuh manusia serta kelainan-kelainannya itu pada pokoknya ditentukan oleh sekitar atau lingkungan. Yaitu:
1.      Ada lingkungan yang berwujud udara yang menjadi sumber reaksi respiratoris. 
2.      Ada sekitar yang berwujud makan-makanan yang menjadi sumber reaksi-reaksi digestif. 
3.      Ada lingkungan yang berwujud keadaan-keadaan alam yang menjadi sumber reaksi-reaksi muskuler. 
4.      Ada lingkungan yang berwujud keadaan sosisl yang menimbulkan reaksi-reaksi cerebral.
4.Tipologi Kretschmer
a. Tipe-tipe manusia menurut keadaan jasmaninya
Kretschmer menggolong-golongkan atas dasar bentuk tubuhnya menjadi empat:
1. Tipe piknis:
Sifat-sifat khas tipe ini ialah:
  • Badan agak pendek, 
  • Dada membulat, perut besar, bahu tidak lebar 
  • Leher pendek dan kuat 
  • Lengan dan kaki lemah 
  • Kepala agak “merosot” ke muka diantara keuda bahu, sehingga bagian atas dari tulang punggung kelihatan sedikit melengkung 
  • Banyak lemak, sehingga urat-urat dan tulang-tulang tak kelihatan nyata 
  • Tipe ini memperoleh bentuknya yang nyata setelah orang berumur 40 tahun
2. Tipe Leptosom
    Orang yang bertipe leptosom ukuran-ukuran menegaknya lebih dari keadaan biasa, sehingga orangnya kelihatan tinggi jangkung, sifat-sifat khas tipe ini ialah:
  • badan langsing/kurus, jangkung 
  • perut kecil, bahu sempit 
  • lengan dan kaki lurus 
  • tengkorak agak kecil, tulang-tulang di bagian muka kelihatan jelas 
  • buka bulat telur 
  • berat relatif kurang
3. Tipe Atletis
   Pada orang yang bertipe atletis ukuran-ukuran tubuh yang menegak dan mendatar dalam perbandingan yang seimbang, sehingga tubuh kelihatan selaras; tipe mini dapat dipandang sebagai sintesis dari tipe piknis dan tipe leptoson. Sifat-sifat khas tipe ini ialah:
  • tulang-tulang serta otot dan kulit kuat 
  • badan kokoh dan tegap 
  • tinggi cukupan 
  • bahu lebar dan kuat 
  • perut kuat 
  • panggul dan kaki kuat, dalam perbandingan dengan bahu dan kelihatan agak kecil 
  • tengkorak cukup besar dan kuat, kepala dan leher tegak 
  • muka bulat telur, lebih pendek dari tipe lepsotom
·         4. Tipe Displatis
·         Tipe ini merupakan penyimpangan dari ketiga tipe yang telah dikemukakan itu, tidak dapat dimasukan ke dalam salah satu diantara ketiga tipe itu, karena tidak memiliki ciri-ciri yang khas menurut tipe-tipe tersebut. Bermacam-macam bagian yang seolah-olah bertentangan satu sama lain ada bersama-sama. Kretschmer sendiri menganggap tipe displastis ini menyimpang dari kosntitusi normal
Tipe-Tipe Manusia Menurut Temperamennya
1. Tipe schizothyme. Orang yang bertemperament schizothym, sifat-sifat jiwanya bersesuaian dengan para penderita schizoprenia, hanya sangat tidak jelas, ada kecenderungan ke arah autisme: menutup diri sendiri, hidup dengan dirinya sendiri
2. Tipe cyklothym. Orang yang bertemperament cyklothym, sifat-sifat jiwanya bersesuain dengan para penderita manisdefresif, hanya sangat tidak jelas. Golongan ini juga mudah untuk ikut merasakan suka dan duka orang lain

Hubungan Antara Keadaan Jasmani Dan Temperament 
  1. orang yang konstitusi piknis kebanyakan bertemperament cyklothym, atau orang-orang yang bertemperament cyklothym kebanyakan berkonstiusi piknis. 
  2. orang-orang yang berkonstitusi leptosom, atletis, dan displastis kebanyakan bertemperament schizothyum, atau orang-orang yang bertemperament schizothym kebanyakan berkonstitusi leptosom, atau atletis atau displastis.
     Tipologi Heymans
  1. Emosionalitas (emosionaliteit), yaitu mudah tidaknya perasaan orang terpengaruh oleh sesuatu kesan. 
  2. Proses pengiring, yaitu banyak sedikitnya pengaruh kesan-kesan terhadap kesadaran. 
  3. Aktivitas (activiet), yaitu sedikitnya orang menyatakan diri, menjelmakan perasaannya dan fikiran-fikirannya dalam tindakan yang spontan. 
  4. Golongan yang aktif, yaitu golongan yang karena alasan yang lemah saja telah berbuat. 
  5. Golongan yang tidak aktif yaitu golongan yang walaupun ada alasan-alasan yang kuat belum juga mau bertindak.

B.Big Five Personality

              Big Five Personality merupakan pendekatan dalam psikologi kepribadian yang mengelompokan trait kepribadian dengan analisis faktor. Tokoh pelopornya adalah Allport dan Cattell. Big Five Personality adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah domain kepribadian yang telah dibentuk dengan menggunakan  analisis  faktor.  Lima  traits  kepribadian  tersebut adalah extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuoriticism, openness to experiences.
Trait-trait dalam domain-domain dari Big Five Personality Costa & McCrae (1997) adalah sebagai berikut.
1.Extraversion(E)
             Faktor pertama  adalah  extraversion,  atau  bias  juga  disebut  faktor dominan-patuh (dominance-submissiveness).     Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orang-orang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.
2.Agreeableness (A)
       Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Berdasarkan value survey, seseorang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki value suka membantu, forgiving, dan penyayang.
      Namun, ditemukan pula sedikit konflik pada hubungan interpersonal orang yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi, dimana ketika berhadapan dengan konflik, self esteem mereka akan cenderung menurun. Selain itu, menghindar dari usaha langsung dalam menyatakan kekuatan sebagai usaha untuk memutuskan konflik dengan orang lain merupakan salah satu ciri dari seseorang yang memiliki tingkat aggreeableness yang tinggi. Pria yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi dengan penggunaan power yang rendah, akan lebih menunjukan kekuatan jika dibandingkan dengan wanita.Sedangkan orang-orang dengan tingkat agreeableness yang rendah cenderung untuk lebih agresif dan kurang kooperatif.

    Pelajar yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi dengan keluarga dan jarang memiliki konflik dengan teman yang berjenis kelamin berlawanan.
3.Neuroticism(N)
      Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.
4.Openness(O)
      Faktor openness terhadap pengalaman merupakan faktor yang paling sulit untuk dideskripsikan, karena faktor ini tidak sejalan dengan bahasa yang digunakan tidak seperti halnya faktor-faktor yang lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang bersedia melakukan penyesuaian pada suatu ide atau situasi yang baru.
     Openness mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas. Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai imajinasi, broadmindedness, dan a world of beauty. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah memiliki nilai kebersihan, kepatuhan, dan keamanan bersama, kemudian skor openess yang rendah juga menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan..
5.Conscientiousness(C)
    Conscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, danambisius.Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.
Trait dan Facets Big Five Personality Costa & McCrae
Faktor
Facet
Extraversion (E)
Warmth (E1)
Kecenderungan untuk mudah bergaul dan membagi kasih sayang

Gregariousness (E2)
Kecenderungan untuk banyak berteman dan berinteraksi dengan orang banyak

Assertiveness (E3)
Individu yang cenderung tegas

Activity (E4)
Individu yang sering mengikuti berbagai kegiatan, memiliki energi dan semangat yang tinggi

Excitement-seeking (E5)
Individu yang suka mencari sensasi dan suka mengambil resiko

Positive emotion (E6)
Kecenderungan untuk mengalami emosi-emosi yang positif seperti bahagia, cinta, dan kegembiraan

Agreeableness (A)
Trust (A1)
Tingkat kepercayaan individu terhadap orang lain

Straightforwardness (A2)
Individu yang terus terang, sungguh-sungguh dalam menyatakan sesuatu

Altruism (A3)
Individu yang murah hati dan memiliki keinginan untuk membantu orang lain

Compliance (A4)
Karakteristik dari reaksi terhadap konflik interpersonal

Modesty (A5)
Individu yang sederhana dan rendah hati

Tender-mindedness (A6)
Simpatik dan peduli terhadap orang lain

Neuroticism (N)
Anxiety (N1)
Kecenderungan untuk gelisah, penuh ketakutan, merasa kuatir, gugup dan tegang

Hostility (N2)
Kecenderungan untuk mengalami amarah, frustasi dan penuh kebencian

Depression (N3)
Kecenderungan untuik mengalami depresi pada individu normal

Self-consciousness (N4)
Individu yang menunjukkan emosi malu, merasa tidak nyaman diantara orang lain, terlalu sensitive, dan mudah merasa rendah diri

Impulsiveness (N5)
Tidak mampu mengotrol keinginan yang berlebihan atau dorongan untuk melakukan sesuatu

Vulnerability (N6)
Kecenderungan untuk tidak mampu menghadapi stress, bergantung pada orang lain, mudah menyerah dan panik bila menghadapi sesuatu yang datang mendadak

Openness (O)
Fantasy (O1)
Individu yang memiliki imajinasi yang tinggi dan aktif

Aesthetic (O2)
Individu yang memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni dan keindahan

Feelings (O3)
Individu yang menyadari dan menyelami emosi dan perasannya sendiri

Action (O4)
Individu yang berkeinginan untuk mencoba hal-hal baru

Ideas (O5)
Berpikiran terbuka dan mau menyadari ide baru dan tidak konvensional

Values (O6)
Kesiapan seseorang untuk menguji ulang nilai-nilai social politik dan agama

Conscientiousness (C)
Competence (C1)
Kesanggupan, efektifitas dan kebijaksanaan dalam melakukan sesuatu

Order (C2)
Kemampuan mengorganisasi

Dutifulness (C3)
Memegang erat prinsip hidup

Achievement-striving (C4)
Aspirasi individu dalam mencapai prestasi

Self-discipline (C5)
Mampu mengatur diri sendiri

Deliberation (C6)
Selalu berpikir dahulu sebelum bertindak



C.Tipe Kepribadian Entrepreneurship 
    Miner  mengemukakan 4 tipe kepribadian enterpreuner. Kepribadian yang berbeda ini membedakan pula jenis usaha yang dipilih 4 tipe kepribadian enterpreuner tersebut. Kepribadian tersebut adalah (1) the personal achiever, (2) the supersales person, (3) the real manager, dan (4) the expert idea generation.
a.Tipe Personal Achiever
Wirausaha tipe personal achiever mempunyai karakteristik sebagai berikut.
1.Need to achieve
    Personal achiever biasanya adalah pembuat keputusan yang rasional. Mereka bisa menjadi manager yang baik, walaupun demikian kebutuhan mereka yang kuat akan kepercayaan individual bisa menyulitkan mereka untuk bekerjasama dengan para karyawan. Namun, sekalipun begitu dalam situasi kewirausahaan mereka bisa menginventasikan energi dalam jumlah yang sangat besar.
     Banyak personal achiever yang bekerja secara berlebih dan melampaui kemampuan mereka sendiri. Namun, dengan bekerja lembur mereka seringkali lebih banyak menyelesaikan pekerjaannya, jadi bisa melebihi kompetitornya yang kurang terdorong melakukan pekerjaan sebaik para personal achiever. Hal ini sangat penting dalam tahap-tahap awal membangun usaha, dimana para karyawan sangat sedikit dan kerja lembur dari personal achiever bisa membantu menekan biaya tanpa mengurangi produktifitas. Selama bekerja lembur personal achiever berkemauan keras dan kompetitif, bekerja secara konstan menyelesaikan pekerjaan secara berlebih dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jadi mereka tidak suka menganggur dan mempunyai rasa tekanan waktu terus menerus, mereka seringkali bermusuhan dan tidak sabar dengan orang dan dengan situasi yang seakan-akan mencegah penyelesaian pekerjaan mereka, bisa menempatkan mereka dalam suatu konflik dengan usaha orang lain yang berlainan.
2.Desire to feedback
      Personal achiever membutuhkan umpan balik tentang apakah mereka sukses atau gagal dalam usahanya. Umpan balik tentang keuntungan, produktifitas, kerusakan barang, piutang, dan pengembalian inventori. Umpan balik menjadi hal yang penting untuk menandakan kesuksesan dalam usaha mereka, selain itu yang juga sangatlah penting adalah volume penjualan pertahun. Umpan balik semacam ini membuat baterei personal achiever ini selalu terisi dan energinya selalu mengalir.
3.Desire to plan and set goals
      Personal achiever memikirkan tentang masa depan dan termotivasi oleh prospek dari tujuan-tujuan di masa depan. Konsekuensinya mereka bekerja secara fokus dengan kemungkinan-kemungkinan di masa depan daripada keasyikan dengan problem yang dihadapai saat ini. Mereka suka merencanakan dan mengeset tujuan-tujuan yang ingin dicapai, dan merancang jalur bagaimana mencapai tujuan-tujuan tersebut.
       Pelengkap proses ini adalah pengharapan yang minimal, atau ketakuatan akan kegagalan yang sebenarnya. Keinginan yang kuat untuk merencanakan dan mengeset tujuan-tujuan untuk pencapaian di masa depan bisa membuat orangorang seperti ini melewati rintangan dengan mudah. Personal achiever bekerja sangat keras karena mereka tahu bahwa “ada emas di ujung pelangi” dan mereka sudah tahu bagaimana jalan menuju ke sana.
4.Strong personal initiative
     Personal achiever menunjukan dirinya sangat inisiatif, mereka bertindak secara independen dan memulai aksi tanpa adanya stimulasi atau dukungan orang lain. Personal achiever tidak membutuhkan dukungan dan perintah pimpinan untuk memulai sesuatu, hal ini akan mengurangi rasa pencapaian pribadi dan kegunaan. Mereka adalah self-starter dan ingin bisa mengatakan “saya bisa melakukannya sendiri”.
5.Strong personal commitment to their organization
       Personal achiever sangat berkomitmen terhadap organisasinya. Mereka sangat percaya pada nilai-nilai dan tujuan-tujuan, ingin bekerja keras untuk organisasinya dan ingin menjadi bagian dari organisasinya dalam waktu yang lama. Personal achiever mengenal usahanya seperti layaknya dokter dan pengacara mengenal profesi masing-masing. Banyak para personal achiever memandang usaha mereka selayaknya bayi yang diberikan anugerah sejak lahir. Mereka akan melakukan apa saja untuk usaha mereka agar berkembang, maju dan membawa perusahaan menuju sukses. Komitmen seperti itu bisa membawa kekecewaan apabila si wirausahawan dan usahanya berpisah.
         Pada masa pensiunpun personal achiever masih terus bekerja untuk perusahaannya dan tidak mau melepas usahanya begitu saja kecuali diminta. Komitmen ini juga mendasari suatu hasrat untuk mencari informasi mengenai usahanya, informasi ini untuk membantu menjadikannya bertahan dan makmur. Ini adalah hasrat nyata untuk memperoleh informasi yang akan membuat usahanya lebih sukses, seperti pengetahuan teknis, pengetahuan manajemen bisnis, kecerdasan dari kompetitor, atau kontribusi apa saja yang menjanjikan.
6.Believe that one person can make a difference
         Personal achiever percaya bahwa mereka mengendalikan hidup mereka sendiri, bukan dikendalikan oleh orang lain atau oleh sesuatu yang lain melebihi pengaruhnya. Bisa disebut bahwa mereka memiliki locus control internal. Mereka merencanakan tujuan dan bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, dengan begitu maka kerja keras mereka akan terbayarkan, karena mereka percaya bahwa satu orang dapat membuat perbedaan.
       Sebaliknya, orang dengan locus control external percaya bahwa nasib yang mengendalikan mereka dan juga keadaan sekitar adalah diluar kendalinya (dengan orang yang posisinya kuat seperti bos atau pekerja pemerintahan, atau faktor keberuntungan). Orang seperti ini tidak suka bekerja keras dan suka membuang waktu. Kepercayaan ini menghambat kemauan untuk mencapai sesuatu, mendapatkan inisiatif pribadi, merencanakan dan untuk berkomitmen kepada organisasi, serta mendorong pendekatan karakteristik yang dimiliki personal achiever.
7.Belief that work should be guided by personal goals, not those of others
       Personal achiever adalah seseorang yang individualistik. Dalam kehidupan nyata, mereka lebih memilih untuk bekerja bebas dari atasan-atasan yang menyuruh mereka apa yang harus dikerjakan. Organisasi profesional menetapkan standar ideal dan rekan-rekan yang memaksakan aksinya. Banyak personal achiever menemukan kebebasan seperti ini di dalam usahanya.
       Mereka percaya bahwa pekerjaan yang sangat bagus adalah ketika seseorang menetapkan sendiri tujuannya, berusaha untuk menyelesaikan tujuan selama mereka mampu, dan berusaha sekuat mungkin untuk merencanakan dan mencapai hasil. Dan tidak menyukai orang serta hal-hal yang mengganggu dan membatasi kebebasan pribadi, misalnya nasib dari agen pemerintahan, karyawan bank peminjaman, satuan buruh, pengusaha kapitalis, dan karyawan dari perusahaan yang melahirkan usaha-usaha baru.
         Dengan kata lain, personal achiever menghindari partisipasi dari aktivitas grup yang mungkin menekan mereka saat membuat keputusan. Dalam situasi kerja yang ideal sangat memungkinkan untuk mengidentifikasi siapa yang melakukan pekerjaan dan siapa yang seharusnya mendapatkan upah dari pekerjaan itu. Pendekatan partisipatif, pembuatan keputusan grup dan penguasaan karyawan, mungkin baik bagi yang lain namun tidak bagi seorang personal achiever.
b.Tipe Supersales person
Wirausaha tipe supersales person mempunyai karakteristik sebagai berikut.
 1.Capacity to understand and feel with another; to empathize
     Supersales person menekankan interaksi individu, perasaan dan emosi. Seringkali orang tipe ini terfokus pada masa lalu dibandingkan dengan masa kini dan masa depan. Mereka spontan, persuasif, empati, setia ingin tahu dan introspektif. Mereka memandang nilai-nilai tradisional dan bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain.
        Mereka adalah pendengar yang baik, sangat suportif, bisa menerima saran dan kritik, hangat, menggunakan pendekatan persuasif, menerima loose control, lebih memilih komunikasi secara lisan daripada tertulis. Kemudian mereka cenderung fokus pada problem-problem yang kecil dan lebih berorientasi pada aksi daripada pembuatan rencana, mempunyai toleransi yang kecil terhadap ambiguitas, mempunyai bakat membangun tim, menyemangati partisipan saat bekerja dan suka menyelenggarakan rapat, lebih sering memilih organisasi yang tertata dengan baik, berorientasi terhadap orang-orang dan koleganya..
2.Desire to help others
          Keinginan untuk menolong orang lain terutama tercermin pada profesi menolong (seperti pengobatan dan kementrian), yang sifatnya sebagai pekerjaan profesional. Individu dengan tipe supersales person menginginkan orang membagi masalahnya pada dirinya dan melakukan sesuatu yang tidak bisa orang tersebut lakukan. Banyak pekerjaan penjualan, seperti asuransi, penjualan real estate dan produk keuangan yang dalam hal ini profesi tersebut terkait secara umum dan faktanya seringkali dianggap sebagai pekerjaan semi profesional.
         Keinginan untuk menolong orang lain dengan masalah-masalah mereka bisa menumbuhkan perhatian yang tinggi terhadap orang lain, kebutuhan akan kehangatan dan kebutuhan untuk melayani mereka yang membutuhkan pertolongan. Ini juga akan membuat supersales person merasakan kepuasan diri dan cukup kuat untuk memberikan pertolongan kepada orang lain daripada menerimanya.
3.Belief that social processes are very important
          Percaya bahwa proses sosial sangat penting menggambarkan nilai kerja seseorang. Supersales person menganggap proses sosial untuk mendapatkan perjanjian besar yang penting dalam hidupnya. Nilai mereka yang seperti demikian memberikan kontribusi bagi masyarakat, mendapatkan rekan kerja yang menyenangkan, mempunyai nilai sebagai individu, sehingga mendapatkan penghargaan dari orang lain, mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dan berinteraksi dengan mereka dan menerima pengakuan dari mereka dengan bekerja dengan baik. Menurut orang tipe ini, interaksi sosial dan hubungan dengan orang-orang lebih penting daripada banyak pertimbangan lain.
4.Need to have strong positive relationship with others
          Supersales person mendapatkan kepuasan dari hubungan pribadi dengan orang lain. Faktanya mereka membutuhkan hubungan baik untuk merasakan kesenangan mereka sendiri. Penghargaan diri bagi mereka adalah sesuatu yang terpisah dengan bagaimana orang lain menganggap mereka. Dengan demikian mereka perhatian tentang apa yang orang lain pikirkan dan mereka sensitif dengan apa yang dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. Yang mendorong hal ini adalah dengan siapa mereka bekerja untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan menawarkan ide-ide baru atau pendekatan berbeda dalam penanganan masalah.
5.Belief that a sales force is crucial to carrying out company strategy
        Supersales person menganggap bagian-bagian penjualan sangat penting untuk melakukan strategi perusahaan. Tergantung pada kesediaan pendekatan lain, seperti bagian periklanan, pengiriman, diskon, pengembangan produk baru, pengemasan, harga, kualitas, penerimaan barang, reputasi, servis dan lainnya; bagian penjualan berpendirian sangat kuat dalam berpikir. Tetapi ini tidak selalu menjadi pendekatan yang dominan, tetapi apabila tidak dilakukan perusahaan akan ketinggalan jauh.
c.Tipe Real manager
        Wirausaha tipe real manager mempunyai karakteristik antara lain adalah keinginan untuk menjadi pemimpin perusahaan (desire to a corporate leader), ketegasan (decisiveness), sikap positif terhadap pemimpin (positive attitudes to authority), keinginan untuk bersaing (desire to compete), keinginan untuk berkuasa (desire for power), dan keinginan untuk menonjol di antara orang-orang lain (desire to stand out from the crowd). Penjelasan dari beberapa karakteristik tipe kepribadian real manager sebagai berikut:
1.Desire to a corporate leader
        Real manager menginginkan untuk mendaki tangga kesuksesan dan mereka melihat dengan mencapai tangga teratas adalah sebagai hal yang sangat baik. Tepatnya, dimana saja mereka berada dengan segera mereka melihat ke depan, karena tujuan mereka adalah berada di posisi top management.
        Hubungannya adalah hasrat untuk menggunakan kesempatan untuk menggunakan bakat mereka secara penuh. Jadi keinginan individu ini untuk menjadi kreatif dengan menggunakan kemampuan mereka dan perasaan yang kuat bahwa kemampuan mereka tidak seharusnya dilewatkan begitu saja. Mereka harus menggunakan bakat mereka untuk sesuatu yang berharga, untuk menaiki tangga perusahaan. Karena dorongan yang kuat terhadap asumsi posisi kepemimpinan, real manager berpenampilan atau bekerja dengan baik di posisi ini dan menghasilkan self-assurance. Mereka percaya pada kemampuan diri bahwa mereka efektif terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi.
2.Decisiveness
          Real manager adalah orang yang tegas, membuat keputusan dengan cepat dan dengan keyakinan diri. Jika keputusan harus dibuat, maka mereka akan bergerak dan segera membuatnya. Real manager percaya bahwa lebih baik membuat keputusan daripada meminta sebuah persoalan, bagi mereka menetapkan semua fakta dari persoalan adalah hampir tidak mungkin dan untuk itu tindakan yang diambil sekarang adalah jalan yang baik. Keragu-raguan mungkin menandakan sekarang ini masalah yang kecil akan menjadi besar. Ketegasan tidak seluruhnya terpisah dari keinginan untuk menjadi pemimpin perusahaan, tetapi fokus pada aspek pembuatan keputusan pada pekerjaan manajerial.
3.Positive attitudes to authority
         Manajer secara khusus diharapkan untuk berperilaku sesuai, dan tidak memancing reaksi negatif dari atasan mereka; idealnya mereka melakukan reaksireaksi yang positif. Manajer harus mewakili grupnya maju di organisasi dan memperoleh dukungan terhadap aksinya pada level yang lebih tinggi. Ini semua membutuhkan sebuah hubungan yang baik antara manajer dan atasan.
         Real manager memiliki sikap positif terhadap pemegang wewenang tempatnya bekerja. Mereka suka dan respek terhadap bos, dengan demikian akan lebih mudah untuk bekerja dengan mereka dimana diperlukan usaha-usaha yang kooperatif untuk menyelesaikan beberapa hal.
4.Desire to compete
       Sebagaimana manajer dalam level yang sama diperhatikan, aspek kompetitif yang kuat terbentuk kedalam aspek lingkungan mereka. Ini terjadi karena alam keorganisasian dalam bentuk piramid atau kerucut, dengan posisi yang semakin sedikit untuk berkompetisi ketika manajer menaiki tangga perusahaan. Hasilnya seorang akan menang dan lainnya kalah. Jika manajer tidak bersaing maka mereka akan kehilangan pijakan dan fungsi mereka akan turun atau terdegredasi ke tingkat status yang makin rendah. Dalam hal ini, promosi naik jabatan tidak akan ada bila tidak ada persaingan.
         Karakteristik real manager adalah bekerja keras untuk diri mereka sendiri dan unitnya serta menerima tantangan-tantangan yang datang dari orang bawahan untuk mempertemukan tantangan kompetitif ini, manajer harus suka bersaing dan manajer terbaik menikmati rivalitas seperti ini dan termotifasi untuk mencari bilamana mungkin.
5.Desire for power
         Sudah alamnya dalam organisasi yang besar, dimana manajer tidak hanya berelasi dengan orang-orang yang ada diatasnya dan orang-orang di tingkat yang sama, tapi juga ke bawah dengan orang-orang di bawah mereka dalam tangga perusahaan. Dalam hubungan seperti ini, melatih kekuatan sering kali dibutuhkan untuk membuat pekerjaan lebih terstruktur dan membuat orang-orang bekerja seperti yang diharapkan. Terkadang bila terasa perlu, real manager harus memberi tahu orang-orang dibawahnya apa yang harus mereka lakukan.
6.Desire to stand out from the crowd
          Menjadi seorang manajer memerlukan tindakan yang berbeda dari orang lain. Real manager harus bisa berdiri sendiri di luar kelompoknya dan mengambil posisi yang mudah terlihat. Mereka tidak bisa menggunakan tindakan bawahannya sebagai pedoman untuk perilaku/sikap mereka sendiri. Malahan mereka terpanggil untuk berlawanan arah dengan kelompok terdekatnya dan untuk melakukan sesuatu yang pasti mengundang perhatian, diskusi dan mungkin kritik-kritik yang masuk ke mereka.
d.Tipe Expert idea generator
        Wirausaha tipe expert idea generator mempunyai karakteristik antara lain adalah keinginan untuk melakukan inovasi (desire to innovate), menyukai gagasan-gagasan (love of ideas), percaya bahwa pengembangan produk baru sangat penting untuk menjalankan strategi organisasi (believes that new product development is crucial to carrying out company strategy), intelegensi yang tinggi (good intelligence), dan ingin menghindari resiko (desire to avoid taking risk). Penjelasan dari beberapa karakteristik tipe kepribadian expert idea generator sebagai berikut:
1.Desire to innovate
       Keinginan untuk melakukan inovasi menyebabkan expert idea generator suka menemukan gagasan baru dan melaksanakannya. Keinginan untuk berinovasi konsisten dengan usaha sendiri untuk mencapai keberhasilan dan merasakan kepuasan pribadi dengan itu.
2.Love of ideas
         Suka akan gagasan-gagasan mencakup banyak unsur, seperti antusiasme, meperlihatkan perhatian terhadap pendapat orang lain. Dalam melaksanakan tugas-tugas, mereka adaptif, fleksibel, mau berkompromi, dan mau berbagi kekuasaan. Mereka selalu ingin tahu dan terbuka, tetapi menginginkan kemandirian dan tidak mau taat peraturan. Mereka juga perfeksionis dan suka banyak pilihan. Mereka juga menginginkan pengakuan dan punya motivasi kuat untuk mendapat penghargan dan mencapai prestasi pribadi. Mereka punya toleransi tinggi terhadap ambiguitas, suka kontrol yang tidak ketat, dan mungkin juga cenderung mengambil resiko.
3..Believes that new product development is crucial to carrying out company strategy
         Seorang expert idea generator terlibat dalam mengembangkan produk baru dan pelayanan. Mereka menganggap pendekatan ini penting untuk menjalankan strategi perusahaan. Relatif untuk beberapa pendekatan seperti iklan, pengantaran, diskon, pembungkusan, harga, pertukaran, reputasi, gaya penjualan, servis dan keanekaragaman, pengembangan produk baru adalah stategi utama untuk pengembangan perusahaan.
4..Good intelligence
www.makalahpsikology.co.id        Intelegensi mencakup kemampuan seperti penilaian dan penalaran, serta kemampuan untuk menggunakan abstraksi, konsep dan gagasan. Juga kemampuan untuk belajar, menganalisis, dan membuat sintesis. Karena belajar memang dituntut dalam berwirausaha, maka intelegensi memang sangat penting. Demikian pula pada tipe Personal achiever, Supersales person, dan Real manager, tingkat inteligensi yang baik bisa memberikan keuntungan. Pada orang tipe expert idea generator, inteligensi mendorong mereka menuju ke depan, mudah saja karena mereka sering fokus pada pemikiran/pertimbangan, pengetahuan dan berhubungan dengan gagasan. Bagi mereka dalam pendekatan berwirausaha inteligensi bisa membuat perbedaan besar.
5.Desire to avoid taking risk
        Meskipun banyak orang menganggap sifat suka mengambil resiko sebagai esensi profesi wirausaha, banyak wirausaha sangat berhati-hati, dan baru melangkah kalau sudah betul-betul yakin. Bagi wirausaha tipe expert idea generator, sifat ini memang penting karena gagasan-gagasannya bisa saja sangat baru dan aneh.
Silakan membaca salah satu sumber berikut untuk mendalami tipe kepribadian ini:

Daftar Pustaka


experience my life

aku menjalani hidupku penuh dengan traumatis ,kadang aku berpikir bahwa aku ingin sekali menggapai kesuksesan .dan hal itu tidak mudah saudaraku teringat aku ketika waktu masih di SD aku tidak begitu di perhatikan oleh kedua orang tuaku namun ada kakak ku yang berusaha ingin melihat masa depanku lebih cerah ,life is strugle man itu yang selalu terngiang di dalam benak pikiran ku makanya saya ingin berbagi tips sedikit untuk perisai kehidupan ini

  1. harus kuatkan mental kita dulu yaitu dengan banyak bergaul dengan orang lain hal membuat emosi anda bisa lebih enjoy ketika anda berhadapan dengan banyak orang 
  2. selalu mendekatkan diri ke pada allah