PEMBAHASAN
A.Tipologi Berdasarkan
Konstitusi
Tipologi
Kepribadian yang tahan uji dan lama sekali mempengaruhi para ahli dalam bidang
tipologi adalah tipologi yang dimulai oleh Hippocrates yang kemudian
disempurnakan oleh Galenus. Tipologi kepribadian merupakan cara awal
menentukan kepribadian dengan mengklasifikasikannya menurut tipologi-tipologi
kepribadian awal. Walaupun sekarang pengklasifikasian ini tidak dapat
dibuktikan secara ilmih, tetapi sangat besar pengaruhnya dalam menuntun
perkembangan psikologi dikemudian hari. Bahkan banyak istilah-istilah pada masa
itu masih dipakai hingga sekarang.
1.Tipologi Hippocrates – Gelenus
·
Terpengaruhi oleh Kosmologi Empedokles, yang menganggap
bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun atas empat unsur pokok, yaitu
tanah, air, udara, dan api, yang masing-masing mendukung sifat tertentu, yaitu
tanah mendukung sifat kering, air mendukung sifat basah, udara mendukung sifat
dingin dan api mendukung sifat panas.
·
Hippocrates
(460 – 370M)
berpendapat, bahwa di dalam tubuh manusia terdapat sifat-sifat tersebut yang
didukung oleh cairan-cairan yang ada di dalam tubuh.
airan-cairan
yang ada di dalam tubuh, yaitu:
·
Sifat
kering didukung oleh Chole mewakili unsur tanah (Chloric). Cirinya:
hidup, semangat besar, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar,
optimistis.
·
Sifat
basah didukung oleh Melanchole mewakili unsur air (Melancholis). Cirinya:
Mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis.
·
Sifat
dingin didukung oleh Phlegma mewakili unsur udara (Phlegmatis).
Cirinya: Tak suka terburu-buru, tenang, kalam, tak mudah dipengaruhi,
setia.
Sifat panas didukung oleh
Sanguis mewakili unsur api (Sanguinis). Cirinya:
Hidup, mudah berganti haluan, ramah
Hippocrates
Galenus berpendapat, bahwa di dalam tubuh manusia terdapat empat macam cairan
pokok, yaitu chole, melanchole, phlegma, dan sanguis. Sifat kejiwaan tertentu
yang khas ini, yang adanya tergantung kepada dominasi cairan dalam tubuh itu
oleh Gelenus disebut temperamental.
Ajaran
Hippocrate yang kemudian disempurnakan oleh Galenus itu tahan uji sampai
berabad-abad; pendapatnya lama sekali diikuti oleh para ahli, hanya dengan
variasi yang berbeda-beda. Bahkan sampai dewasa ini pun pengaruh itu masih
terasa.
Lama-kelamaan
latar belakang kefilsafatannya, yaitu adanya kesatuan dalam seluruh kosmos,
ditinggalkan, dan sebagai akibatnya
terdapat adanya dua garis perkembangannya: yaitu:
- Yang menekankan
pentingnya kejasmaniaan, yaitu teori-teori konstitusional
- Yang menekankan
pentingnya segi kejiwaan, yaitu teori-teori temperamen
2.Tipologi Italia
Berdasarkan atas data-data
yang di peroleh oleh DeGiovani, serta hukum deformasi yang dirumuskan oleh
DeGiovani,Viola dalam penyelidikan-penyelidikannya menemukan, bahwa ada tiga
macam tipe manusia berdasarkan atas keadaan tubuhnya, yaitu:
1.
Microsplanchnis:
ukuran-ukuran menegak relatif dominant, sehingga orangnya kelihatan tinggi
jangkung.
2.
Macrosplanchnis:
ukuran-ukuran mendatarnya relatif dominant, sehingga orangnya kelihatan pendek
gemuk.
Normosplanchnis:
ukuran-ukuran menegak dan mendatar seimbang, sehingga orang kelihatan seimbang.
Bermacam-macam bentuk tubuh yang demikian itu beralas pada keturunan
3.Tipologi
Perancis
Paham Perancis
yang dipimpin oleh Sigaud berpendapat, bahwa keadaan serta bentuk tubuh manusia
serta kelainan-kelainannya itu pada pokoknya ditentukan oleh sekitar atau
lingkungan. Yaitu:
1.
Ada
lingkungan yang berwujud udara yang menjadi sumber reaksi respiratoris.
2.
Ada
sekitar yang berwujud makan-makanan yang menjadi sumber reaksi-reaksi digestif.
3.
Ada
lingkungan yang berwujud keadaan-keadaan alam yang menjadi sumber reaksi-reaksi
muskuler.
4.
Ada
lingkungan yang berwujud keadaan sosisl yang menimbulkan reaksi-reaksi
cerebral.
4.Tipologi Kretschmer
a.
Tipe-tipe manusia menurut keadaan jasmaninya
Kretschmer
menggolong-golongkan atas dasar bentuk tubuhnya menjadi empat:
1. Tipe
piknis:
Sifat-sifat
khas tipe ini ialah:
- Badan agak pendek,
- Dada membulat, perut besar, bahu tidak lebar
- Leher pendek dan kuat
- Lengan dan kaki lemah
- Kepala agak “merosot” ke muka diantara keuda bahu, sehingga
bagian atas dari tulang punggung kelihatan sedikit melengkung
- Banyak lemak, sehingga urat-urat dan tulang-tulang tak
kelihatan nyata
- Tipe ini memperoleh bentuknya yang nyata setelah orang berumur
40 tahun
2. Tipe
Leptosom
Orang
yang bertipe leptosom ukuran-ukuran menegaknya lebih dari keadaan biasa,
sehingga orangnya kelihatan tinggi jangkung, sifat-sifat khas tipe ini ialah:
- badan langsing/kurus, jangkung
- perut kecil, bahu sempit
- lengan dan kaki lurus
- tengkorak agak kecil, tulang-tulang di bagian muka kelihatan
jelas
- buka bulat telur
- berat relatif kurang
3. Tipe
Atletis
Pada orang yang bertipe atletis ukuran-ukuran
tubuh yang menegak dan mendatar dalam perbandingan yang seimbang, sehingga
tubuh kelihatan selaras; tipe mini dapat dipandang sebagai sintesis dari tipe
piknis dan tipe leptoson. Sifat-sifat khas tipe ini ialah:
- tulang-tulang serta otot dan kulit
kuat
- badan kokoh dan tegap
- tinggi cukupan
- bahu lebar dan kuat
- perut kuat
- panggul dan kaki kuat, dalam perbandingan dengan bahu dan
kelihatan agak kecil
- tengkorak cukup besar dan kuat, kepala dan leher tegak
- muka bulat telur, lebih pendek dari tipe lepsotom
·
4. Tipe
Displatis
·
Tipe ini
merupakan penyimpangan dari ketiga tipe yang telah dikemukakan itu, tidak dapat
dimasukan ke dalam salah satu diantara ketiga tipe itu, karena tidak memiliki
ciri-ciri yang khas menurut tipe-tipe tersebut. Bermacam-macam bagian yang
seolah-olah bertentangan satu sama lain ada bersama-sama. Kretschmer sendiri menganggap
tipe displastis ini menyimpang dari kosntitusi normal
Tipe-Tipe
Manusia Menurut Temperamennya
1. Tipe
schizothyme. Orang yang bertemperament schizothym, sifat-sifat
jiwanya bersesuaian dengan para penderita schizoprenia, hanya sangat tidak
jelas, ada kecenderungan ke arah autisme: menutup diri sendiri, hidup dengan
dirinya sendiri
2. Tipe
cyklothym. Orang yang bertemperament cyklothym, sifat-sifat
jiwanya bersesuain dengan para penderita manisdefresif, hanya sangat tidak
jelas. Golongan ini juga mudah untuk ikut merasakan suka dan duka orang lain
Hubungan
Antara Keadaan Jasmani Dan Temperament
- orang yang konstitusi piknis kebanyakan bertemperament
cyklothym, atau orang-orang yang bertemperament cyklothym kebanyakan
berkonstiusi piknis.
- orang-orang yang berkonstitusi leptosom, atletis, dan
displastis kebanyakan bertemperament schizothyum, atau orang-orang yang
bertemperament schizothym kebanyakan berkonstitusi leptosom, atau atletis
atau displastis.
Tipologi Heymans
- Emosionalitas (emosionaliteit), yaitu mudah tidaknya perasaan
orang terpengaruh oleh sesuatu kesan.
- Proses pengiring, yaitu banyak sedikitnya pengaruh kesan-kesan
terhadap kesadaran.
- Aktivitas (activiet), yaitu sedikitnya orang menyatakan diri,
menjelmakan perasaannya dan fikiran-fikirannya dalam tindakan yang
spontan.
- Golongan yang aktif, yaitu golongan yang karena alasan yang
lemah saja telah berbuat.
- Golongan yang tidak aktif yaitu golongan yang walaupun ada
alasan-alasan yang kuat belum juga mau bertindak.
B.Big Five Personality
Big Five Personality merupakan pendekatan dalam
psikologi kepribadian yang mengelompokan trait kepribadian dengan analisis faktor. Tokoh
pelopornya adalah Allport dan Cattell. Big Five Personality adalah suatu pendekatan yang
digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang
tersusun dalam lima buah domain kepribadian yang telah dibentuk dengan
menggunakan analisis faktor. Lima traits kepribadian tersebut adalah extraversion, agreeableness,
conscientiousness, neuoriticism, openness to experiences.
Trait-trait dalam domain-domain dari Big Five Personality
Costa & McCrae (1997) adalah sebagai berikut.
1.Extraversion(E)
Faktor pertama adalah extraversion, atau bias juga disebut faktor dominan-patuh (dominance-submissiveness). Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orang-orang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.
2.Agreeableness (A)Faktor pertama adalah extraversion, atau bias juga disebut faktor dominan-patuh (dominance-submissiveness). Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orang-orang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.
Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Berdasarkan value survey, seseorang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki value suka membantu, forgiving, dan penyayang.
Namun, ditemukan
pula sedikit konflik pada hubungan interpersonal orang yang memiliki tingkat
agreeableness yang tinggi, dimana ketika berhadapan dengan konflik, self esteem
mereka akan cenderung menurun. Selain itu, menghindar dari usaha langsung dalam
menyatakan kekuatan sebagai usaha untuk memutuskan konflik dengan orang lain
merupakan salah satu ciri dari seseorang yang memiliki tingkat aggreeableness
yang tinggi. Pria yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi dengan
penggunaan power yang rendah, akan lebih menunjukan kekuatan jika dibandingkan
dengan wanita.Sedangkan orang-orang dengan tingkat agreeableness yang rendah
cenderung untuk lebih agresif dan kurang kooperatif.
Pelajar yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi dengan keluarga dan jarang memiliki konflik dengan teman yang berjenis kelamin berlawanan.
Pelajar yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi dengan keluarga dan jarang memiliki konflik dengan teman yang berjenis kelamin berlawanan.
3.Neuroticism(N)
Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.
Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.
4.Openness(O)
Faktor openness terhadap pengalaman merupakan faktor yang paling sulit untuk dideskripsikan, karena faktor ini tidak sejalan dengan bahasa yang digunakan tidak seperti halnya faktor-faktor yang lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang bersedia melakukan penyesuaian pada suatu ide atau situasi yang baru.
Faktor openness terhadap pengalaman merupakan faktor yang paling sulit untuk dideskripsikan, karena faktor ini tidak sejalan dengan bahasa yang digunakan tidak seperti halnya faktor-faktor yang lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang bersedia melakukan penyesuaian pada suatu ide atau situasi yang baru.
Openness mempunyai
ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat
fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan
impulsivitas. Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai
seseorang yang memiliki nilai imajinasi, broadmindedness, dan a world of
beauty. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah memiliki
nilai kebersihan, kepatuhan, dan keamanan bersama, kemudian skor openess yang
rendah juga menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit,
konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan..
5.Conscientiousness(C)
Conscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, danambisius.Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.
Trait dan Facets Big Five Personality Costa & McCraeConscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, danambisius.Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.
|
Faktor
|
Facet |
|
Extraversion (E) |
Warmth (E1) Kecenderungan untuk mudah bergaul dan membagi kasih sayang |
|
Gregariousness (E2) Kecenderungan untuk banyak berteman dan berinteraksi dengan orang banyak |
|
|
Assertiveness (E3) Individu yang cenderung tegas |
|
|
Activity (E4) Individu yang sering mengikuti berbagai kegiatan, memiliki energi dan semangat yang tinggi |
|
|
Excitement-seeking (E5) Individu yang suka mencari sensasi dan suka mengambil resiko |
|
|
Positive emotion (E6) Kecenderungan untuk mengalami emosi-emosi yang positif seperti bahagia, cinta, dan kegembiraan |
|
|
Agreeableness (A) |
Trust (A1) Tingkat kepercayaan individu terhadap orang lain |
|
Straightforwardness (A2) Individu yang terus terang, sungguh-sungguh dalam menyatakan sesuatu |
|
|
Altruism (A3) Individu yang murah hati dan memiliki keinginan untuk membantu orang lain |
|
|
Compliance (A4) Karakteristik dari reaksi terhadap konflik interpersonal |
|
|
Modesty (A5) Individu yang sederhana dan rendah hati |
|
|
Tender-mindedness (A6) Simpatik dan peduli terhadap orang lain |
|
|
Neuroticism (N) |
Anxiety (N1) Kecenderungan untuk gelisah, penuh ketakutan, merasa kuatir, gugup dan tegang |
|
Hostility (N2) Kecenderungan untuk mengalami amarah, frustasi dan penuh kebencian |
|
|
Depression (N3) Kecenderungan untuik mengalami depresi pada individu normal |
|
|
Self-consciousness (N4) Individu yang menunjukkan emosi malu, merasa tidak nyaman diantara orang lain, terlalu sensitive, dan mudah merasa rendah diri |
|
|
Impulsiveness (N5) Tidak mampu mengotrol keinginan yang berlebihan atau dorongan untuk melakukan sesuatu |
|
|
Vulnerability (N6) Kecenderungan untuk tidak mampu menghadapi stress, bergantung pada orang lain, mudah menyerah dan panik bila menghadapi sesuatu yang datang mendadak |
|
|
Openness (O) |
Fantasy (O1) Individu yang memiliki imajinasi yang tinggi dan aktif |
|
Aesthetic (O2) Individu yang memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni dan keindahan |
|
|
Feelings (O3) Individu yang menyadari dan menyelami emosi dan perasannya sendiri |
|
|
Action (O4) Individu yang berkeinginan untuk mencoba hal-hal baru |
|
|
Ideas (O5) Berpikiran terbuka dan mau menyadari ide baru dan tidak konvensional |
|
|
Values (O6) Kesiapan seseorang untuk menguji ulang nilai-nilai social politik dan agama |
|
|
Conscientiousness (C) |
Competence (C1) Kesanggupan, efektifitas dan kebijaksanaan dalam melakukan sesuatu |
|
Order (C2) Kemampuan mengorganisasi |
|
|
Dutifulness (C3) Memegang erat prinsip hidup |
|
|
Achievement-striving (C4) Aspirasi individu dalam mencapai prestasi |
|
|
Self-discipline (C5) Mampu mengatur diri sendiri |
|
|
Deliberation (C6) Selalu berpikir dahulu sebelum bertindak |
C.Tipe
Kepribadian Entrepreneurship
Miner mengemukakan 4 tipe kepribadian enterpreuner. Kepribadian
yang berbeda ini membedakan pula jenis usaha yang dipilih 4 tipe kepribadian
enterpreuner tersebut. Kepribadian tersebut adalah (1) the personal achiever,
(2) the supersales person, (3) the real manager, dan (4) the expert idea generation.
a.Tipe Personal Achiever Wirausaha tipe personal achiever mempunyai karakteristik sebagai berikut.
1.Need to achieve
Personal achiever
biasanya adalah pembuat keputusan yang rasional. Mereka bisa menjadi manager
yang baik, walaupun demikian kebutuhan mereka yang kuat akan kepercayaan
individual bisa menyulitkan mereka untuk bekerjasama dengan para karyawan.
Namun, sekalipun begitu dalam situasi kewirausahaan mereka bisa
menginventasikan energi dalam jumlah yang sangat besar.
Banyak personal
achiever yang bekerja secara berlebih dan melampaui kemampuan mereka sendiri.
Namun, dengan bekerja lembur mereka seringkali lebih banyak menyelesaikan
pekerjaannya, jadi bisa melebihi kompetitornya yang kurang terdorong melakukan
pekerjaan sebaik para personal achiever. Hal ini sangat penting dalam
tahap-tahap awal membangun usaha, dimana para karyawan sangat sedikit dan kerja
lembur dari personal achiever bisa membantu menekan biaya tanpa mengurangi
produktifitas. Selama bekerja lembur personal achiever berkemauan keras dan
kompetitif, bekerja secara konstan menyelesaikan pekerjaan secara berlebih
dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jadi mereka tidak suka menganggur dan
mempunyai rasa tekanan waktu terus menerus, mereka seringkali bermusuhan dan tidak
sabar dengan orang dan dengan situasi yang seakan-akan mencegah penyelesaian
pekerjaan mereka, bisa menempatkan mereka dalam suatu konflik dengan usaha
orang lain yang berlainan.
2.Desire to feedback
Personal achiever
membutuhkan umpan balik tentang apakah mereka sukses atau gagal dalam usahanya.
Umpan balik tentang keuntungan, produktifitas, kerusakan barang, piutang, dan
pengembalian inventori. Umpan balik menjadi hal yang penting untuk menandakan
kesuksesan dalam usaha mereka, selain itu yang juga sangatlah penting adalah
volume penjualan pertahun. Umpan balik semacam ini membuat baterei personal
achiever ini selalu terisi dan energinya selalu mengalir.
3.Desire to plan and set goals
Personal achiever
memikirkan tentang masa depan dan termotivasi oleh prospek dari tujuan-tujuan
di masa depan. Konsekuensinya mereka bekerja secara fokus dengan
kemungkinan-kemungkinan di masa depan daripada keasyikan dengan problem yang
dihadapai saat ini. Mereka suka merencanakan dan mengeset tujuan-tujuan yang
ingin dicapai, dan merancang jalur bagaimana mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Pelengkap proses
ini adalah pengharapan yang minimal, atau ketakuatan akan kegagalan yang
sebenarnya. Keinginan yang kuat untuk merencanakan dan mengeset tujuan-tujuan
untuk pencapaian di masa depan bisa membuat orangorang seperti ini melewati
rintangan dengan mudah. Personal achiever bekerja sangat keras karena mereka
tahu bahwa “ada emas di ujung pelangi” dan mereka sudah tahu bagaimana jalan
menuju ke sana .
4.Strong personal initiative
Personal achiever
menunjukan dirinya sangat inisiatif, mereka bertindak secara independen dan
memulai aksi tanpa adanya stimulasi atau dukungan orang lain. Personal achiever
tidak membutuhkan dukungan dan perintah pimpinan untuk memulai sesuatu, hal ini
akan mengurangi rasa pencapaian pribadi dan kegunaan. Mereka adalah
self-starter dan ingin bisa mengatakan “saya bisa melakukannya sendiri”.
5.Strong personal commitment to their
organization
Personal
achiever sangat berkomitmen terhadap organisasinya. Mereka sangat percaya pada
nilai-nilai dan tujuan-tujuan, ingin bekerja keras untuk organisasinya dan
ingin menjadi bagian dari organisasinya dalam waktu yang lama. Personal
achiever mengenal usahanya seperti layaknya dokter dan pengacara mengenal
profesi masing-masing. Banyak para personal achiever memandang usaha mereka
selayaknya bayi yang diberikan anugerah sejak lahir. Mereka akan melakukan apa
saja untuk usaha mereka agar berkembang, maju dan membawa perusahaan menuju sukses.
Komitmen seperti itu bisa membawa kekecewaan apabila si wirausahawan dan
usahanya berpisah.
Pada masa
pensiunpun personal achiever masih terus bekerja untuk perusahaannya dan tidak
mau melepas usahanya begitu saja kecuali diminta. Komitmen ini juga mendasari
suatu hasrat untuk mencari informasi mengenai usahanya, informasi ini untuk
membantu menjadikannya bertahan dan makmur. Ini adalah hasrat nyata untuk
memperoleh informasi yang akan membuat usahanya lebih sukses, seperti
pengetahuan teknis, pengetahuan manajemen bisnis, kecerdasan dari kompetitor,
atau kontribusi apa saja yang menjanjikan.
6.Believe that one person can make a
difference
Personal
achiever percaya bahwa mereka mengendalikan hidup mereka sendiri, bukan
dikendalikan oleh orang lain atau oleh sesuatu yang lain melebihi pengaruhnya.
Bisa disebut bahwa mereka memiliki locus control internal. Mereka merencanakan
tujuan dan bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, dengan begitu maka kerja
keras mereka akan terbayarkan, karena mereka percaya bahwa satu orang dapat
membuat perbedaan.
Sebaliknya, orang dengan locus control
external percaya bahwa nasib yang mengendalikan mereka dan juga keadaan sekitar
adalah diluar kendalinya (dengan orang yang posisinya kuat seperti bos atau
pekerja pemerintahan, atau faktor keberuntungan). Orang
seperti ini tidak suka bekerja keras dan suka membuang waktu. Kepercayaan ini
menghambat kemauan untuk mencapai sesuatu, mendapatkan inisiatif pribadi,
merencanakan dan untuk berkomitmen kepada organisasi, serta mendorong
pendekatan karakteristik yang dimiliki personal achiever.
7.Belief that work should be guided by
personal goals, not those of others
Personal
achiever adalah seseorang yang individualistik. Dalam kehidupan nyata, mereka lebih
memilih untuk bekerja bebas dari atasan-atasan yang menyuruh mereka apa yang
harus dikerjakan. Organisasi profesional menetapkan standar ideal dan
rekan-rekan yang memaksakan aksinya. Banyak personal achiever menemukan
kebebasan seperti ini di dalam usahanya.
Mereka percaya bahwa pekerjaan yang
sangat bagus adalah ketika seseorang menetapkan sendiri tujuannya, berusaha
untuk menyelesaikan tujuan selama mereka mampu, dan berusaha sekuat mungkin
untuk merencanakan dan mencapai hasil. Dan tidak menyukai orang serta hal-hal
yang mengganggu dan membatasi kebebasan pribadi, misalnya nasib dari agen
pemerintahan, karyawan bank peminjaman, satuan buruh, pengusaha kapitalis, dan
karyawan dari perusahaan yang melahirkan usaha-usaha baru.
Dengan kata
lain, personal achiever menghindari partisipasi dari aktivitas grup yang
mungkin menekan mereka saat membuat keputusan. Dalam situasi kerja yang ideal
sangat memungkinkan untuk mengidentifikasi siapa yang melakukan pekerjaan dan
siapa yang seharusnya mendapatkan upah dari pekerjaan itu. Pendekatan
partisipatif, pembuatan keputusan grup dan penguasaan karyawan, mungkin baik
bagi yang lain namun tidak bagi seorang personal achiever.
b.Tipe Supersales person Wirausaha tipe supersales person mempunyai karakteristik sebagai berikut.
1.Capacity to understand and feel with another; to empathize
Supersales person menekankan interaksi individu, perasaan dan emosi. Seringkali orang tipe ini terfokus pada masa lalu dibandingkan dengan masa kini dan masa depan. Mereka spontan, persuasif, empati, setia ingin tahu dan introspektif. Mereka memandang nilai-nilai tradisional dan bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain.
Mereka adalah
pendengar yang baik, sangat suportif, bisa menerima saran dan kritik, hangat,
menggunakan pendekatan persuasif, menerima loose control, lebih memilih
komunikasi secara lisan daripada tertulis. Kemudian mereka cenderung fokus pada
problem-problem yang kecil dan lebih berorientasi pada aksi daripada pembuatan
rencana, mempunyai toleransi yang kecil terhadap ambiguitas, mempunyai bakat
membangun tim, menyemangati partisipan saat bekerja dan suka menyelenggarakan
rapat, lebih sering memilih organisasi yang tertata dengan baik, berorientasi
terhadap orang-orang dan koleganya..
2.Desire to help others
Keinginan
untuk menolong orang lain terutama tercermin pada profesi menolong (seperti
pengobatan dan kementrian), yang sifatnya sebagai pekerjaan profesional.
Individu dengan tipe supersales person menginginkan orang membagi masalahnya
pada dirinya dan melakukan sesuatu yang tidak bisa orang tersebut lakukan.
Banyak pekerjaan penjualan, seperti asuransi, penjualan real estate dan produk
keuangan yang dalam hal ini profesi tersebut terkait secara umum dan faktanya
seringkali dianggap sebagai pekerjaan semi profesional.
Keinginan
untuk menolong orang lain dengan masalah-masalah mereka bisa menumbuhkan
perhatian yang tinggi terhadap orang lain, kebutuhan akan kehangatan dan
kebutuhan untuk melayani mereka yang membutuhkan pertolongan. Ini juga akan
membuat supersales person merasakan kepuasan diri dan cukup kuat untuk
memberikan pertolongan kepada orang lain daripada menerimanya.
3.Belief that social processes are very
important
Percaya bahwa
proses sosial sangat penting menggambarkan nilai kerja seseorang. Supersales
person menganggap proses sosial untuk mendapatkan perjanjian besar yang penting
dalam hidupnya. Nilai mereka yang seperti demikian memberikan kontribusi bagi
masyarakat, mendapatkan rekan kerja yang menyenangkan, mempunyai nilai sebagai
individu, sehingga mendapatkan penghargaan dari orang lain, mempunyai
kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dan berinteraksi dengan mereka dan
menerima pengakuan dari mereka dengan bekerja dengan baik. Menurut orang tipe
ini, interaksi sosial dan hubungan dengan orang-orang lebih penting daripada
banyak pertimbangan lain.
4.Need to have strong positive relationship
with others
Supersales
person mendapatkan kepuasan dari hubungan pribadi dengan orang lain. Faktanya
mereka membutuhkan hubungan baik untuk merasakan kesenangan mereka sendiri.
Penghargaan diri bagi mereka adalah sesuatu yang terpisah dengan bagaimana
orang lain menganggap mereka. Dengan demikian mereka perhatian tentang apa yang
orang lain pikirkan dan mereka sensitif dengan apa yang dirasakan oleh
orang-orang disekelilingnya. Yang mendorong hal ini adalah dengan siapa mereka
bekerja untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan menawarkan ide-ide
baru atau pendekatan berbeda dalam penanganan masalah.
5.Belief that a sales force is crucial to
carrying out company strategy
Supersales
person menganggap bagian-bagian penjualan sangat penting untuk melakukan
strategi perusahaan. Tergantung pada kesediaan pendekatan lain, seperti bagian
periklanan, pengiriman, diskon, pengembangan produk baru, pengemasan, harga,
kualitas, penerimaan barang, reputasi, servis dan lainnya; bagian penjualan
berpendirian sangat kuat dalam berpikir. Tetapi ini tidak selalu menjadi
pendekatan yang dominan, tetapi apabila tidak dilakukan perusahaan akan
ketinggalan jauh.
c.Tipe Real manager
Wirausaha tipe
real manager mempunyai karakteristik antara lain adalah keinginan untuk menjadi
pemimpin perusahaan (desire to a corporate leader), ketegasan (decisiveness),
sikap positif terhadap pemimpin (positive attitudes to authority), keinginan
untuk bersaing (desire to compete), keinginan untuk berkuasa (desire for
power), dan keinginan untuk menonjol di antara orang-orang lain (desire to
stand out from the crowd). Penjelasan dari beberapa karakteristik tipe
kepribadian real manager sebagai berikut:
1.Desire to a corporate leader
Real manager
menginginkan untuk mendaki tangga kesuksesan dan mereka melihat dengan mencapai
tangga teratas adalah sebagai hal yang sangat baik. Tepatnya, dimana saja
mereka berada dengan segera mereka melihat ke depan, karena tujuan mereka
adalah berada di posisi top management.
Hubungannya
adalah hasrat untuk menggunakan kesempatan untuk menggunakan bakat mereka
secara penuh. Jadi keinginan individu ini untuk menjadi kreatif dengan
menggunakan kemampuan mereka dan perasaan yang kuat bahwa kemampuan mereka
tidak seharusnya dilewatkan begitu saja. Mereka harus menggunakan bakat mereka
untuk sesuatu yang berharga, untuk menaiki tangga perusahaan. Karena dorongan
yang kuat terhadap asumsi posisi kepemimpinan, real manager berpenampilan atau
bekerja dengan baik di posisi ini dan menghasilkan self-assurance. Mereka
percaya pada kemampuan diri bahwa mereka efektif terhadap masalah-masalah yang
mereka hadapi.
2.Decisiveness
Real manager
adalah orang yang tegas, membuat keputusan dengan cepat dan dengan keyakinan
diri. Jika keputusan harus dibuat, maka mereka akan bergerak dan segera
membuatnya. Real manager percaya bahwa lebih baik membuat keputusan daripada
meminta sebuah persoalan, bagi mereka menetapkan semua fakta dari persoalan
adalah hampir tidak mungkin dan untuk itu tindakan yang diambil sekarang adalah
jalan yang baik. Keragu-raguan mungkin menandakan sekarang ini masalah yang
kecil akan menjadi besar. Ketegasan tidak seluruhnya terpisah dari keinginan
untuk menjadi pemimpin perusahaan, tetapi fokus pada aspek pembuatan keputusan
pada pekerjaan manajerial.
3.Positive attitudes to authority
Manajer secara
khusus diharapkan untuk berperilaku sesuai, dan tidak memancing reaksi negatif
dari atasan mereka; idealnya mereka melakukan reaksireaksi yang positif.
Manajer harus mewakili grupnya maju di organisasi dan memperoleh dukungan
terhadap aksinya pada level yang lebih tinggi. Ini semua membutuhkan sebuah
hubungan yang baik antara manajer dan atasan.
Real manager memiliki sikap positif terhadap
pemegang wewenang tempatnya bekerja. Mereka suka dan respek terhadap bos,
dengan demikian akan lebih mudah untuk bekerja dengan mereka dimana diperlukan
usaha-usaha yang kooperatif untuk menyelesaikan beberapa hal.4.Desire to compete
Sebagaimana
manajer dalam level yang sama diperhatikan, aspek kompetitif yang kuat
terbentuk kedalam aspek lingkungan mereka. Ini terjadi karena alam
keorganisasian dalam bentuk piramid atau kerucut, dengan posisi yang semakin
sedikit untuk berkompetisi ketika manajer menaiki tangga perusahaan. Hasilnya
seorang akan menang dan lainnya kalah. Jika manajer tidak bersaing maka mereka
akan kehilangan pijakan dan fungsi mereka akan turun atau terdegredasi ke
tingkat status yang makin rendah. Dalam hal ini, promosi naik jabatan tidak
akan ada bila tidak ada persaingan.
Karakteristik
real manager adalah bekerja keras untuk diri mereka sendiri dan unitnya serta
menerima tantangan-tantangan yang datang dari orang bawahan untuk mempertemukan
tantangan kompetitif ini, manajer harus suka bersaing dan manajer terbaik
menikmati rivalitas seperti ini dan termotifasi untuk mencari bilamana mungkin.
5.Desire for power
Sudah alamnya
dalam organisasi yang besar, dimana manajer tidak hanya berelasi dengan
orang-orang yang ada diatasnya dan orang-orang di tingkat yang sama, tapi juga
ke bawah dengan orang-orang di bawah mereka dalam tangga perusahaan. Dalam
hubungan seperti ini, melatih kekuatan sering kali dibutuhkan untuk membuat
pekerjaan lebih terstruktur dan membuat orang-orang bekerja seperti yang
diharapkan. Terkadang bila terasa perlu, real manager harus memberi tahu
orang-orang dibawahnya apa yang harus mereka lakukan.
6.Desire to stand out from the crowd
Menjadi
seorang manajer memerlukan tindakan yang berbeda dari orang lain. Real manager
harus bisa berdiri sendiri di luar kelompoknya dan mengambil posisi yang mudah
terlihat. Mereka tidak bisa menggunakan tindakan bawahannya sebagai pedoman
untuk perilaku/sikap mereka sendiri. Malahan mereka terpanggil untuk berlawanan
arah dengan kelompok terdekatnya dan untuk melakukan sesuatu yang pasti
mengundang perhatian, diskusi dan mungkin kritik-kritik yang masuk ke mereka.
d.Tipe Expert idea generator
Wirausaha tipe
expert idea generator mempunyai karakteristik antara lain adalah keinginan
untuk melakukan inovasi (desire to innovate), menyukai gagasan-gagasan (love of
ideas), percaya bahwa pengembangan produk baru sangat penting untuk menjalankan
strategi organisasi (believes that new product development is crucial to
carrying out company strategy), intelegensi yang tinggi (good intelligence),
dan ingin menghindari resiko (desire to avoid taking risk). Penjelasan dari
beberapa karakteristik tipe kepribadian expert idea generator sebagai berikut:
1.Desire to innovate
Keinginan untuk
melakukan inovasi menyebabkan expert idea generator suka menemukan gagasan baru
dan melaksanakannya. Keinginan untuk berinovasi konsisten dengan usaha sendiri
untuk mencapai keberhasilan dan merasakan kepuasan pribadi dengan itu.
2.Love of ideas
Suka akan
gagasan-gagasan mencakup banyak unsur, seperti antusiasme, meperlihatkan
perhatian terhadap pendapat orang lain. Dalam melaksanakan tugas-tugas, mereka
adaptif, fleksibel, mau berkompromi, dan mau berbagi kekuasaan. Mereka selalu
ingin tahu dan terbuka, tetapi menginginkan kemandirian dan tidak mau taat
peraturan. Mereka juga perfeksionis dan suka banyak pilihan. Mereka juga
menginginkan pengakuan dan punya motivasi kuat untuk mendapat penghargan dan
mencapai prestasi pribadi. Mereka punya toleransi tinggi terhadap ambiguitas,
suka kontrol yang tidak ketat, dan mungkin juga cenderung mengambil resiko.
3..Believes that new product development is
crucial to carrying out company strategy
Seorang expert
idea generator terlibat dalam mengembangkan produk baru dan pelayanan. Mereka
menganggap pendekatan ini penting untuk menjalankan strategi perusahaan.
Relatif untuk beberapa pendekatan seperti iklan, pengantaran, diskon,
pembungkusan, harga, pertukaran, reputasi, gaya penjualan, servis dan keanekaragaman,
pengembangan produk baru adalah stategi utama untuk pengembangan perusahaan.
4..Good intelligence
www.makalahpsikology.co.id Intelegensi
mencakup kemampuan seperti penilaian dan penalaran, serta kemampuan untuk
menggunakan abstraksi, konsep dan gagasan. Juga kemampuan untuk belajar,
menganalisis, dan membuat sintesis. Karena belajar memang dituntut dalam
berwirausaha, maka intelegensi memang sangat penting. Demikian pula pada tipe
Personal achiever, Supersales person, dan Real manager, tingkat inteligensi
yang baik bisa memberikan keuntungan. Pada orang tipe expert idea generator,
inteligensi mendorong mereka menuju ke depan, mudah saja karena mereka sering
fokus pada pemikiran/pertimbangan, pengetahuan dan berhubungan dengan gagasan.
Bagi mereka dalam pendekatan berwirausaha inteligensi bisa membuat perbedaan
besar.
5.Desire to avoid taking risk
Meskipun banyak
orang menganggap sifat suka mengambil resiko sebagai esensi profesi wirausaha,
banyak wirausaha sangat berhati-hati, dan baru melangkah kalau sudah
betul-betul yakin. Bagi wirausaha tipe expert idea generator, sifat ini memang
penting karena gagasan-gagasannya bisa saja sangat baru dan aneh.
Silakan membaca salah satu sumber berikut untuk mendalami
tipe kepribadian ini:
Daftar Pustaka